Hari ini sorot matahari seperti terik sekali. Tanaman yang peka terhadap panas terkulai, bahkan sebagian daunnya seperti terbakar.
Just another free Blogger theme
Just another free Blogger theme
Hari ini sorot matahari seperti terik sekali. Tanaman yang peka terhadap panas terkulai, bahkan sebagian daunnya seperti terbakar.
Tempat ini indah sekali. Pemandangan yang memanjakan mata. Tanaman kentang yang terbentang, dan aneka sayuran yang tumbuh subur
Pada 2002 silam, ketika anak-anak muda Indonesia kelahiran 1980an mulai kuliah, Iip Wijayanto—yang saat itu masih berstatus mahasiswa—merilis kabar menghebohkan. Menurut hasil penelitiannya, lebih dari 97 persen mahasiswi di Yogyakarta tak lagi perawan. Kabar kontroversial itu memicu perdebatan di ruang publik tentang validitas penelitian Iip yang kini berstatus sebagai ustad. Metode dan juga responden Iip dinilai terlalu sempit karena hanya berdasarkan lingkungan di kampusnya, di lereng Merapi sana.
Di dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu masih terpajang foto hitam putih laki-laki tua. Tampak jelas rambut kepala, kumis, dan janggut yang memutih. Tampak jelas pula kerut pada sekitar bola mata dan sudah tidak bening lagi. Wajah itu masih berhiaskan senyum optimis, sumringah dan sangat renyah. Ada yang tersisa dari gambaran wajahnya, yakni tulang pipi yang kokoh, alis rambut tebal, hidung yang lumayan mancung. Sayang sekali gigi-giginya yang sebagian sudah musnah alias ompong melompong. Gurat wajah yang menyimpan banyak rahasia kehidupan. Beberapa guratan di wajahnya berkisah tentang kerasnya kehidupan. Beberapa guratan berkisah tentang keteguhan, ketangguhan, kekokohan, dan keuletan. Sorot matanya masih menyala menggambarkan ia memiliki prinsip hidup yang seteguh batu karang. Banyak hal yang masih menyisakan tanda tanya pada foto hitam putih laki-laki tua itu.
Perkawinan antara ability (kemampuan) dengan motivasi melahirkan kinerja. Kemampuan mitra kerja dalam suatu pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi empat:
Kemampuan
Etos kerja: semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesuatu kelompok.
Cara menumbuhkan etos kerja menurut Jansen H. Sinamo (20110), yakni :
Lukisan Wajah yang Belum Selesai
Ruangan di gedung pertunjukkan itu sangat nyaman. Tidak terlalu dingin, tidak terlalu terang, tidak terlalu bising (tentu saja tidak, sebab menggunakan sistem akustik yang jempol). Siapapun yang berada di ruang itu akan merasakan murninya denting suara, jernihnya irama, dan seterusnya. Lagi pula dibarengi aroma yang sangat spesial, ada wewangian yang enak banget di hidung, belum diberitahukan namanya, ada lampu-lampu - seperti tadi - tidak terlalu terang, tidak terlalu redup, sangat enak di mata, dan dijamin dapat mengenali wajah teman di sampingnya. Suara lawan bicara terdengar jelas, sama dengan gerak bibirnya, dan senyumnya menjadi lebih indah ditingkah dekorasi yang natural, pokoknya wow ... lah. Tata lampu yang sangat bagus, yang mampu memoles wajah-wajah yang setengah tampan menjadi lebih tampan, yang jerawatan menjadi maskulin, yang perempuan menjadi lebih cantik dan menarik, dan pakaian yang dikenakan bagaikan busana para bangsawan dan artis-artis papan atas yang sedang naik daun - walaupun hampir semua yang ada di ruang itu biasa-biasa saja, anak-anak remaja yang ramah, soapan, dan tampil menyenangkan. Paling performance-nya seperti itu.
Permainan fingerstylenya yang sangat apik sedang dimainkan. Petikannya sangat bersih. Luar biasa, ucap yang datang. Perfect banget. Itu yang diharapkan. Mengalir penuh riak-riak yang yang sangat teratur. Untaian nada tanpa kata yang menjadi bahasa penuh makna.